Saturday, March 16, 2013

Lobang Terdalam Di Jalan Mulawarman

Awalnya cukup terkejut ketika lewat dan menemukan lobang di Jalan Mulawarman. Sebuah lobang yang cukup lebar berada di jalan utama Kota Tarakan tercinta. Tapi karena tidak membawa alat ukur, maka aku lewati saja.
Lobang Paling Dalam di Jalan Utama Kota

"Nanti setelah kembali aku akan ukur berapa kedalaman dan dan kedalamannya," aku berkata dalam hati.
Lobang Terdalam Tanda Panah

Dan benar, ketika telah ada penggaris di tangan dan ku ukur kedalaman lobang ternyata 20 cm, panjang diameter 60 cm dan 40 cm.  Lokasi lobang berada pada tempat memutar jalan dekat papan iklan besar sebelum Bandara, pada KM 5.
Tugu KM 5 Yang Kusam

Tak bisa membayangkan bagaimana jika ada pengendara motor yang cukup laju, dan terperosok di lobang jalan tersebut?!


Wednesday, March 6, 2013

Menuntut Penyelenggara Jalan Menunaikan Kewajibannya


Lobang di jalanan memang sangat tidak mengenakkan. Apalagi jika jalan tersebut adalah jalan utama yang ramai dilalui kendaraan. Saya sebagai salah satu pengguna jalan, yang rutin tiap pagi dan sore melewati rute yang sama benar – benar merasakan ketidak nyamanan itu. Saya sakin pembaca semua pernah atau sering mengalami kejengkelan yang sama.

Tak banyak dari kita yang mengetahui bahwa sebenarnya  sebagai  warga negara, warga Kota Tarakan, kita para pengguna jalan bisa menuntut para “penyelenggara jalan”  jika terjadi kecelakaan akibat jalan rusak atau berlobang. Dalam hal ini “penyelenggara jalan” adalah Pemerintah Kota, dan bukan swasta tentunya. Seperti yang tercantum pada pasal 24 ayat 1 UU No 22 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.  So, misalkan saja karena satu hal (benar – benar belum ada dana), “penyelenggara jalan” belum bisa melakukan perbaikan, lobang jalan yang dapat mengakibatkan celaka tersebut hendaknya diberi tanda agar pengguna jalan lebih berhati saat berkendara melewati lobang jalan tersebut.

Sebagai bagian dari masyarakat yang patuh membayar pajak, sebenarnya adalah hak kita semua untuk mendapatkan jalan yang bagus (tanpa lobang sana – sini). Sayang Pemerintah Kota kurang memperhatikan salah satu kebutuhan utama warga masyarakat ini.  Dari lobang – lobang jalan yang saya lewati setiap hari, memang ada beberapa yang telah dilakukan perbaikan. Tapi perbaikan tersebut dapat dinila lambat, karena beberapa bulan setelah satu lobang  kerusakan tersebut menjadi parah baru diadakan penambalan. Dan sayangnya lagi, penambalan lobang jalan tersebut juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kebanyakan penambalan dilakukan dengan pengecoran menggunakan semen, sedangkan pengerasan jalan menggunakan aspal. Dari segi keindahan sepertinya kurang bagus juga.

Friday, March 1, 2013

Lobang Jl Aki Balak I

Jujur, ini adalah rute perjalanan saya setiap hari. Karena rutin, sampai boleh dikatakan kalau lobang dari rumah sampai tempat kerja saya bisa mengingatnya, minimal dimana titik paling parah yang  memerlukan penanganan segera.

Pada postingan ini saya ambil gambar tiga  titik yang cukup parah di KM 9 - 10 Jl Aki Balak
Lokasi lobang jalan  berada dekat sekali dengan Tugu KM 10 (yang .. ga tau tahun berapa dipasangnya, n kapan terakhir dilakukan pengecatan), yang nyaris total tertutupi rumput sehingga pengguna jalanpun akan kesulitan untuk melihat jika mereka kebetulan melewati tugu ini. (ada yang sempat lihat - lihat gak ya?!...)

Tugu KM 10



















Titik Lobang 1
















Titik Lobang 2
















Titik Lobang 3



















Foto ini diambil pada tanggal 1 Maret 2013, dan semoga segera diadakan perbaikan, sebelum ada saudara kita menjadi  korban karena jatuh saat menghindari lobang jalan! 

Tarakan Bumi Paguntaka Tercintaku


Blog ini adalah blog tentang Kota Tarakan.  Salah satu dari puluhan atau mungkin ratusan blog yang menulis tentang kota Tarakan. Bagi sebagian pengunjung yang bukan orang Tarakan, atau belum pernah ke Tarakan (pengunjung yang kesasar…) mungkin akan bertanya – tanya dalam hati, dimana sih Tarakan itu? Atau jangan – jangan malah bertanya…apa sih Tarakan itu?

Kami, penghuni tetap blog ini bisa menerima dengan lapang hati, karena mengingat Tarakan hanya pulau kecil dari Pulau Besar Borneo, dan memang Tarakan juga tidak terlalu penting – penting amat untuk Republik Besar Indonesia Raya ini. Meski kalau dirunut dalam sejarahnya Tarakan pernah memiliki peran strategis, terutama saat masuknya Tentara Jepang pertama kali ke Indonesia.

Sebenarnya dasar pemikiran pembuatan blog ini sangat sederhana. Kami cinta pada Bumi Paguntaka, Tarakan kami. Tak ada sedikitpun maksud untuk buruk, menyudutkan satu pihak atau bahkan menjelek – jelekkan Kota Tarakan. Karena keinginan kami, adalah perhatian dari semua pihak untuk mencoba menemukan solusi bagi permasalah yang ada di kota pulau mungil, Tarakan.

So, kami sangat berharap peran aktif pembaca untuk beinteraksi dengan kami dan sesame pembaca, berdiskusi kecil  dan tentu saja memberikan masukan pada kami untuk disampaikan pada semua pihak. Mungkin pembaca bertanya – tanya, kenapa dari tadi dikatakan untuk disampaikan ke semua pihak? Kenapa tidak kepada Pemerintah Kota saja?

Dalam benak kami, maju atau mundur, baik atau buruknya kota Tarakan tercinta ini bukan hanya terletak di pundak Pemerintah Kota sebagai penyelenggara pemerintahan.  Pemerintah Kota hanya salah satu komponen, meski komponen tersebut mungkin adalah yang paling dominan, dari beberapa komponen yang memiliki peran untuk memajukan Bumi Paguntaka ini.

Adalah tanggung jawab kita semua, untuk menentukan akan dibawa kemana arah perjalanan kapal layar Paguntaka kita. Tak ada satu alasanpun bagi kita untuk menolak peran dan tanggung jawab yang tiba – tiba saja berada di pundak kita, begitu kaki kita menginjak Bumi Paguntaka untuk pertama kali.