Friday, March 31, 2017

Jumat Keempat; Masjid Darussalam Karang Anyar Tarakan

Info Paguntaka - Waktu tak terasa berjalan begitu cepat. Masuk di Jumat keempat, tanpa rencana berbalik arah ke Masjid Darussalam yang masih berada di wilayah kelurahan Karang Anyar. Padahal beberapa hari lalu sempat sampaikan ke seorang sahabat yang memantau perjalanan wisata religi ini, bahwa jumat depan saya akan ke Masjid Ladang.

Masjid Darussalam tak susah dicari, bagi warga baru kota Tarakan sekalipun. Patokannya perempatan dekat hotel Makmur, anda ambil jalan yang mengarah ke utara masuk ke Jalan Kenanga, tepat di sebelah kanan Jembatan Sungai Simpang Tiga, sebelah kiri jalan anda akan melihat sebuah masjid yang megah berwarna hijau, dengan papan nama besar di dinding atas depan tetulis Masjid Darussalam. Masjid ini ternyata sejalur sugai dengan Masjid Darul Faizin. 

Baru ada satu motor parkir di pinggir jalan depan Masjid. Setelah mengambil foto Masjid dari jembatan dan arah depan, saya melangkahkan kaki menjauh. Perut kayanya tidak bisa diajak kompromi, cari makan siang dulu. Kawasan jalan Kenanga memang terkenal sebagai daerah kuliner wisatawan lokal, terutama ibu - ibu yang tidak sempat masak sayur di rumah hampir tiap hari meramaikan warung - warung makanan yang menjual aneka sayur masak lengkap dengan lauk pauknya.  Jika anda lewat saat jam istirahat kantor, jangan kaget kalau Jalan Kenanga bisa macet.

Kembali dari makan siang langsung ambil wudhu di samping Masjid. Tempat wudhu dan WC tampak bersih dan terjaga. Maaf, banyak Masjid yang tidak terlalu memperhatikan tempat wudhu dan WC/kamar mandi. Coba sesekali anda perhatikan saat anda buang air sebelum wudhu di Masjid yang ada di daerah anda, apakah bersih dan terjaga kebersihannya?










Jamaah hening dan khusuk mengikuti Khotbah Jumat yang disampaikan Ustad Muhsinin Al Hadi, S.Pd.I . Beberapa diantaranya tampak seperti tertidur,...he...he...he... semoga saya yang salah. Mungkin mereka sedang merenungi isi khotbah,  "Keutamaan Bulan Rajab."

"Sesungguhnya,  Allah telah menciptakan 12 bulan dalam satu tahun. Dan ada 4 bulan yang diistimewakan. Sebagaimana firman Allah SWT: "Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu." (At Taubah: 36) 

Empat diantaranya adalah bulan haram (disucikan). Tiga dari empat bulan itu, (jatuh secara) berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram. Sedangkan Rajab (yang disebut juga sebagai) syahru Mudhar, terletak diantara Jumada (ats Tsaniyah) dan Sya’ban.” (HR Bukhari) Maka dari hadits ini yang dimaksud empat bulan yang diharamkan adalan Dzul’qaidah, Dzul’hijjah, Muharram, dan Rajab.

Masjid Darussalam ternyata termasuk Masjid yang cukup tua usianya. Berawal pada tahun 1947 dari sebuah Langgar atau Mushola Darul Istighfar kemudian didirikanlah Masjid Darussalam ini pada tahun 1977. Saya yakin, sudah ribuan alumni telah tersebar di Kota Tarakan ini yang pernah belajar mengaji belajar sholat di Masjid Darussalam. Semoga Masjid tua di pinggir sungai ini semakin semarak dimakmurkan oleh jamaahnya.
===========&*&===========


Sekadar Info




Tiga Mihrab Masjid Nabawi -   "Mihrab merupakan bagian dari masjid yang dipakai imam untuk memimpin salat. Biasanya masjid mempunyai 1 mihrab saja, tapi tidak dengan Nabawi. Anda bisa melihat ada tiga mihrab di Masjid Nabawi."
.

Friday, March 24, 2017

Jumat Ketiga; Masjid Darul Faizin Simpang Empat Tarakan

Masjid Darul Faizin terletak tepat di pinggir sungai, dan di pinggir Jalan Mulawarman sebelum Simpang Empat (Simpang Tiga) Tarakan. Beredekatan, dengan RS Pertamedika, Swis Bell Hotel, Telkom dan pusat perbelanjaan kebanggaan warga Tarakan. Tak heran, jamaahnya beragam dan banyak yang mengenakan seragam, karena selain jamaah warga yang tinggal di sekitar masjid, para karyawan dan pegawai yang ngantor di situ tentu memilih Darul Faizin untuk melaksanakan sholat Jumat.






 Jika di Masjid dr.Jusuf SK anda bisa melihat dan menyaksikan banyak tanaman pohon dan bunga, di sini ada juga meski hanya satu jenis, bunga melati. Di tanam di di bawah tulisan Masjid Darul Faizin. Mungkin karena keterbatasan lahan sehingga tak banyak tanaman hijau bisa di tanam di halaman Masjid sekaligus tempat parkir.

Saya parkir motor di halaman yang tak yang tak seberapa luas, yang berada di depan Masjid. Saya lihat baru beberapa motor yang terpakir di situ. Setelah mengambil beberapa gambar depan Masjid, saya pun masuk ke lorong samping Masjid dan langsung mengambil air wudhu mumpung jamaah belum penuh. Karena kalau sudah penuh, aga repot, tempat wudhu berada di dalam, sebelah utara masjid dan harus melewati shof jamaah bagian belakang. Sebenarnya ada juga tempat wudhu yang di luar di sebelah selatan, tapi hanya tempat wudhu saja, tidak ada kama kecilnya.

Karena shof depan sudah terisi, saya memilih bagian belakang. Kebetulan juga tidak kerepotan meletakkan tas punggung yang cukup besar jika berada di shof belakang. Semoga bisa mengikuti khotbah dengan baik, meski berada di belakang.Penyakit lama, kalau tidak bisa mengikuti khotbah dengan baik, biasanya saya akan gantuk bahkan tertidur saat khotbah.




Alhamdulillah, Khotbah tentang kematian yang disampaikan Ustads Zubair Effendi, bisa saya dengar dan ikuti dengan baik. Peringatan tentang dua jenis kematian; Khusnul Khotimah dan Su'ul Khotimah
 sebagai pilihan kematian yang baik dan buruk bisa masuk ke telinga dan hati. Mungkin Khotib mengikuti perekembangan media yang akhir - akhir ini sering mempublikasikan trend bunuh diri sehingga memilih tema kematian pada khotbahnya. Semoga kita semua bisa terhindar dari kematian sesat yang dilaknat oleh Allah.

Terimakasih Ustadz, obrolan singkat setelah sholat bisa siraman semangat. Semoga Allah mempertemukan kita kembali di Jumat yang akan datang di Masjid Bumi Paguntaka yang lain.

===========&*&===========


Sekadar Info




"Kubah Masjid Berwarna Ungu - Kubah terkenal di Masjid Nabawi pernah dicat berwarna ungu sekitar 150 tahun lalu. Ungu dipilih karena kabarnya warga Arab di wilayah Hijaz menyukai warna tersebut."
.


Sunday, March 19, 2017

Kedai Kopi Aceh Abby, Kopi Khas Aceh Di Bumi Paguntaka



Seperti Ampas Kopi
segelas kopi selesai kubikin
menyesap rindumu kuingin
seperti panas kopi ini
mengulang-ulang rindu yang makin mendaki

Dari Buku: Malam Sekopi Sunyi, Ekohm Abiyasa
------------ -----------
Anda suka puisi?
Anda pecinta kopi?
Sudah pernah nyoba kopi Aceh Tarakan?


Paguntaka.info - Anda tak perlu jauh – jauh pergi ke Aceh untuk ngerasain nikmatnya kopi Aceh. Meskipun Tarakan hanya sebuah pulau kecil dan bukan pula ibukota Provinsi Kalimantan Utara, penggemar kopi di pulau Tarakan terbilang cukup banyak. Ini bisa dilihat dari keberadaan warung kopi yang selalu ramai pembeli. Dan jenis kopi yang ditawarkanpun cukup banyak, mulai kopi lokal, dalam negeri sampe kopi asing pun tak sulit ditemukan di Tarakan.

Kedai Kopi Aceh Abby, satu dari beberapa warung kopi di Tarakan, berada di Jl. Cenderawasih  RT 11 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat. Berhadapan dengan Masjid Darut Taqwa, so bagi yang muslim dan saat ngopi di sini masuk waktu sholat, anda tidak kerepotan nyari masjid...he..he..he..., nyeberang dikit udah bisa ikut sholat berjamaah.






Kedai Kopi yang menyediakan menu khas Kopi Aceh ini perlu anda coba jika kebetulan anda tengah berkunjung ke Tarakan. Bagi penggemar kopi Tarakan saya yakin, sudah pada pernah ngerasain lezatnya kopi buatan Mas Abby ini. Memang Kedai Kopi ini bukan warung kopi tua. Seperti yang disampaikan Mas Abby,  Kedai Kopi Aceh Abby mulai dibuka tahun 2007. Tapi karena kekhasan yang dimilikinya bisa menarik pengunjung untuk berdatangan menikmati  Kopi Aceh. Bahkan jangan kaget jika kebetulan anda  dua kali atau tiga kali ngopi di sini, anda ketemu dengan beberapa orang yang sama,.. mereka adalah pelanggan tetap yang bisa jadi setiap hari ngopinya memang di sini.


Daya tarik Kedai Kopi Aceh Abby tidak hanya karena citarasa khas kopi Aceh yang berbeda dengan kopi lain, tetapi juga penyajian dan proses pembuatan kopi yang dipesan oleh pembeli. Saat anda duduk dan menunggu kopi sedang dibuat, anda bisa melihat langsung bagaimana “barista” kedai kopi menyaring dan menuangkan dari satu mug ke mug satunya lagi. Saya yakin, diperlukan keberanian dan ketrampilan tersendiri untuk menuangkan kopi yang dalam keadaan mendidih kemudian di angkat tinggi – tinggi tanpa tumpah dan mengenai tangan sendiri. Kalau anda mau mencoba, sebaiknya berlatih dulu dengan menggunakan air dingin..he..he..he.. Ternyata selain untuk mengurangi suhu didih kopi, atraksi ini bisa menurunkan keasaman kopi yang akan kita minum.

“Menikmati kopi Aceh bukan hanya menikmati rasa, tetapi juga tradisi budaya Aceh”.  Begitu kata orang – orang Aceh ketika berbicara tentang kopi. Di Serambi Mekah sendiri, kedai kopi merupakan tempat berkumpul, berinteraksi,  bertemu dan membicarakan berbagai topik. Bagi orang Aceh, mengunjungi kedai kopi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Di situ mereka bersosialisasi dan menjalin silaturahmi sambil menikmati kopi. Mereka datang untuk menikmati kopi, sebagai tempat untuk bertemu teman atau rekanan bisnis, ataupun hanya sekedar melepas lelah.

Kalau mau mampir di Kedai Kopi Aceh Abby gak usah sungkan untuk hubungi,... siapa tahu anda datang sendirian di Bumi Paguntaka dan perlu teman ngobrol.

Salam Silaturahmi Secangkir Kopi!

----------------------<&*&>----------------------



Sekadar Info:
"Tahun 1675, Raja Inggris melarang segala aktifitas berbentuk kedai kopi karena ia mencurigai bahwa kedai-kedai kopi adalah sarana orang-orang berkumpul untuk berkonspirasi melawannya."

Friday, March 17, 2017

Jumat Kedua; Masjid Darut Taqwa Karang Anyar Pantai

Berada di pemukiman pemukiman penduduk yang cukup padat, menjadikan Masjid ini ramai dikunjungi jamaah setiap pelaksanaan sholat lima waktu. Pengalaman pertama sholat di sini dulu, dulu adalah saat acara ngopi di Warung Kopi Aceh (Abby), yang berada di seberang jalan Masjid Darut Taqwa.   Masjid Darut Taqwa yang memiliki dua lantai ini tampak cantik dan megah. dengan dominasi warna hijaunya yang berbeda dengan bangunan di kanan kirinya. Lokasinya yang strategis, berada di Jalan Cenderawasih, satu alternatif keluar dari Gusher, Kompleks pertokoan terbesar Tarakan dari Jalan Gajahmada Menuju  Mulawarman membuat banyak jamaah dari luar kawasan Karang Anyar Pantai yang ikut berjamaah saat dilaksanakan sholat lima waktu.

Setahu saya, Masjid ini telah direnovasi dan ada penambahan satu lantai untuk menambah kapasitas Masjid sehingga bisa menampung jamaah yang hendak sholat.






Setelah parkir motor di seberang Masjid, langsung saya mengambil beberapa foto dari depan dengan tiga sudut pengambilan. Samping kiri, tengah dan samping kanan. Jamaah sudah banyak yang berdatangan dengan berjalan kaki. Mungkin karena tempatnya berada tepat di jalan raya sempit yang cukup ramai, jika ada jemaah yang kendaraan mobil mungkin akan berfikir apakah ikut sholat dekat  di sini ataukah sholat junat di Masjid lain yang memiliki tempat parkir agak lebih luas.  Kalau maksa bisa akan terjadi kemacetan di sini.

Saya sengaja memilih lantai dua, karena saya ingin lebih leluasa jika di lantai dua. Sayang justru karena saya berada di lantai dua, saya sama sekal tidak bisa mengikuti khotbah dengn jelas. Pengaturan sound system yang kurang profesional menjadian suara pecah tak bisa ditangkap oleh telinga.
===========&*&===========


Sudah Tahukah Anda...?!
Di pelataran Masjid Nabawi ada puluhan payung raksasa yang otomatis terbuka sebelum adzan subuh dan tertutup menjelang magrib. Payung-payung itu ditempatkan pada 2010 sebagai proyek Medina Haram."

"Proyek tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk arsitek SL-Rasch, Menteri Perekonomian Arab Saudi, pabrik payung Jerman yaitu Liebherr serta perusahaan Jepang bernama Taiyo Kogyo.



Friday, March 10, 2017

Daftar Lengkap Masjid Kota Tarakan I

Seribu Masjid Satu Jumlahnya

Oleh :
Emha Ainun Najib

Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu

Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati

Tiga
Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta’ala
Kita diajari mengenali-Nya
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah, kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna

Empat
Sangat mahal biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya kita zikirkan
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya

Lima
Masjid ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup mencopetnya
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya
Jika kita berumah di masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita

Enam
Masjid itu dua macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita bawa masuk kuburan
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya

Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala
Tetapi mereka yang sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan
Maka hanya bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat

Delapan
Bahkan seribu masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid’ah
Atau jumlah rakaat sebuah shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh kemesraan kembali
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil menggali penemuan model imamah

Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa depan kita cicilkan
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan kawruh
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan hikmah kepemimpinan
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya ‘Alal Falah!

1987

Sengaja puisi Cak Nun saya pilih sebagai pembuka tulisan daftar masjid Kota Tarakan. Puisi panjang setinggi menara yang menginspirasi dan memberikan semangat pada kita, umat Islam untuk terus memakmurkan masjid.
Daftar Lengkap Masjid Kota Tarakan

1.Masjid agung Al-Ma'arif          
  Selumit Tarakan Tengah                

2.Masjid Adzdzikro
  Jl.Agatis Karang Harapan

3.Masjid Al Amanatiltujjar        
  Guser Plaza Karang Rejo            

4.Masjid Al Amin
  Jl Yos Sudarso Jembatan Besi

5.Masjid Al Agsho                    
  Pepabri Kampung Satu                  

6.Masjid Al Azhar
  Pasar Bom Panjang Tenguyun

7.Masjid Al A'la                            
  Jl P.Antasari Marconi Dalam          

8.Masjid Al A'raf
  BRIMOB Pasir Putih

9.Masjid Al Bahri                  
  Jalan Yos Sudarso,  Lingkas Ujung
Masjid Al Bahri















10.Masjid Al Barokah
Jl Yos Sudarso Selumit Pantai


11.Masjid Al Barokah
Kodim 0907 Skip


12.Masjid Al Barokah
Persemaian Juata Kerikil

13.Masjid Al Falah                        
   Yonif 613 Raja Alam                  

  Jl Flamboyan, RT 30 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat
Masjid Al Falaq













15.Masjid Al Firdaus
Kampung Baru Dalam            

16.Masjid Al Furgon
   Perikanan Karang Anyar Pantai
 
17.Masjid Al Hamdu              
   Padat Karya RT05 Karungan            

18.Masjid Al Hidayah
   Selumit RT 16 Karang Rejo

19.Masjid Al Hidayah                  
   Ladang Dalam Pamusian              

20.Masjid Al Hidayah
   Jl. Aki Babu