Wednesday, May 31, 2017

Pakaian Bekas Untuk Pendidikan


Komunitas OPOB


Info Paguntaka - Mungkin ada diantara paguntaker yang belum kenal dengan komunitas OPOB. Bahkan singkatan dari OPOB pun ada yang belum tahu. Tapi saya yakin penggiat sastra, penggiat buku, penggiat pendidikan di Bumi Paguntaka ini sudah pernah mendengar komunitas yang cukup aktif ini.

Secara tak sengaja Info Paguntaka berkenalan dengan salah satu personil dari komunitas yang cukup sering berbagi info seputar kegiatannya di media sosial, Sarinah. Dari beberapa kegiatan positif yang menginspirasi yang dishare itulah akhirnya terjalin komunikasi, hingga akhirnya Info Paguntaka mendapatkan ijin untuk mempublikasikan satu kegiatan yang sangat menarik; Pakaian Bekas Untuk Pendidikan Kaltara!

Silahkan simak penuturan Sarinah....



Dua tahun lalu sejak berdiri Komunitas Opob sering terpikir bagaimana bisa mendapatkan dana (selain dari proposal yang terkenal lama/mustahil cairnya) untuk membeli alat-alat tulis, buku cerita dan persiapan kegiatan komunitas yang tersalurkan manfaatnya untuk orang banyak.
Sampailah terpikirkan dimana banyak pakaian bekas sendiri dikamar yang tidak terpakai. Pakaian kekecilan, kaos pendek tak terpakai karna berhijab, celana jeans yang ketat, jilbab-jilbab yang sdh jarang dipakai.

Terpikir untuk mengumpulkan itu semua dan dijual.
Setelah menceritakan ide ini kepada teman-teman di komunitas, ternyata mereka sangat setuju dan melakukan aksi yang sama. Sampai akhirnya, kami melakukan broadcast ke publik, bagi siapa saja yang punya pakaian bekas tak terpakai bisa disumbangkan ke komunitas Opob dan akan digunakan untuk dijual kembali.
Tidak disangka, antusias dan jiwa sosial dari masyarakat sekitar sangat tinggi.
Pada minggu pertama terkumpul 8 dus pakaian bekas.

Menjual pakaian bekas juga membuat kami membantu para keluarga yang tinggal di daerah pesisir khusus pangsa pasar ke bawah. Kami menjual kembali dengan harga yang sangat miring dan murah, hanya dengan harga 5. 000 - 15.000.

Hasil penjualan selalu kami akumulasikan setiap selesai berjualan, lalu langsung di belanjakan alat tulis. Sisanya kami gunakan membayar bensin (bensin mobil yang kami pinjam untuk jualan)
Sampai saat ini sudah 4 desa dan hampir 10 sekolah di Tarakan yang kami kunjungi.
Hasil penjualan pakaian bekas sangatlah membawa manfaat besar bagi kegiatan edukasi yang kami laksanakan.
Berkah pakaian bekas😆
Terimakasih untuk semua saudara (mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai kerja, adik-adik sekolah dan lain - lain) yang sudah menyumbangkan pakaian bekas.
Kami sudah jarang melakukan open donasi pakaian bekas lagi, dikarenakan 4 bulan ini pakaian bekas masih 5 karung goni besar belum laku terjual dan masih kami keliling untuk berjualan.
Tapi kadang-kadang, setiap hari ada saja orang baik yang menghubungi pengurus kami untuk mengantarkan pakaian bekas untuk disumbangkan. Hampir setiap hari ada. Alhamdilillah.

Terimakasih untuk semua kebaikan.
Dari 1 pakaian bekas sangat sangat bermanfaat bagi pendidikan di Kaltara.
Menciptakan senyum-senyum anak negeri melalui pakaian bekas.
Terimakasih.
-Semoga kita semua diberi kesehatan oleh Allah untuk terus berusaha berbuat baik, Amin-
 

Friday, May 26, 2017

Jumat Keduabelas; Masjid Surau Gadang Pasir Putih Tarakan

Info Paguntaka –  Dulu saat pertama kali melihat nama masjid Surau Gadang saya langsung teringat dengan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, sastrawan Indonesia yang berasal dari Padang Sumatera Barat. Kemudian muncul pertanyaan, adakah kaitannya Masjid Surau Gadan dengan cerpen fenomenal tersebut? Beberapa kali mampir untuk sholat di Masjid tersebut, pertanyaan saya belum terjawab.




Masjid Surau Gadang berada di Jl. Bhayangkara RT 64 Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan, Kaltara. Lokasinya strategis, berada di pinggir jalan besar, dekat dengan kompleks Markas Brimob. Masjid yang bangunan semula dari kayu ini sudah direnovasi ini memiliki dua lantai; lantai satu untuk tempat wudhu, kamar kecil dan ruang kegiatan TPA  Luas Masjid, 20 x 25 M, sanggup menampung 200 orang jamaah sekaligus.






Jamaah sudah hampir penuh, saya tidak bisa masuk kedalam ruang utama masjid. Alhamdulillah saya masih kebagian tempat di dekat pintu masuk dari samping, sehingga cukup bagus untuk mengambil foto Khotib yang sudah naik di atas mimbar.

Khotib, Ustad Marji mengawali khotbah dengan salam, ucapan syukur, sholawat dan berwasiat untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa. Selanjutnya khotib mengutip; QS. Al Baqarah: 183
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

"Ayat diatas adalah gambaran bahwa wajibnya puasa adalah orang mukmin sekaligus bertaqwa. Orang bertaqwa memiliki ciri - ciri: Selalu menjalankan yang diperintahkan oleh Allah, meskipun menanggung beban yang sangat berat. Puasa adalah ujian yang berat, karena kita harus menahan dahaga, lapar dalam waktu yang telah ditentukan selama satu bulan penuh."

Dalam satu hadist Nabi Muhammad SAW bersabda;

"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu".  (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain disebutkan:

“Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).

Alhamdulillah, bisa mengikuti sholat Jumat hingga usai, bisa bersilaturahmi dengan seorang teman lama, Cak Narto... yang ternyata adalah jamaah Masjid Surau Gadang, bisa silaturahmi dengan ta'mir Masjid Pak Kuswanto yang ramah menyambut Info Paguntaka, bisa bersilaturahmi dengan pembaca semua. Semoga Allah memberikan rizki yang berlmpah dan umur panjang yang barokah pada kita semua,.. Amin.
===========&*&===========


Sekadar Info
"Masjid Agung Jawa Tengah memiliki kubah yang berdiameter 20 m, dan 4 menara  dengan tinggi 62 meter dan salah satunya terpisah yaitu Menara Asmaul Husna (Asmaul Husna Tower) yang memiliki tinggi 99 meter."


Friday, May 19, 2017

Jumat Kesebelas; Masjid Baiturrahim Gunung Lingkas Tarakan

Info Paguntaka – Satu - satunya masjid yang berada di pinggir jalan, sepanjang Kusuma Bangsa adalah Masjid Jami' Baiturrahim. Sangat mudah ditemukan, samping kiri, disebelah selatan bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Gunung Lingkas, dan di sebelah utara Kantor PT Pelni.











===========&*&===========


Sekadar Info



"Berbeda dengan Masjid lain, Masjid Nurul Yaqin memiliki sangat banyak pintu sehingga dijuluki Masjid 1000 Pintu. Masjid Nurul Yakin berada  di Kelurahan Periuk Jaya, Tanggerang, Banten."

Saturday, May 13, 2017

Honda Beat Warna Hijau Tahun 2008

Anda sedang mencari motor murah?
Mungkin Honda Beat warna hijau keluaran tahun 2008 ini bisa menjadi pilihan.
Kondisi motor masih cukup bagus dengan surat lengkap, dan pajak sudah terbayar anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Dengan harga 3,5 juta anda bisa membawa pulang motor second yang cantik ini.

Perlu anda ketahui, Honda Beat tercatat sebagai skutik terlaris di Indonesia dan telah dipilih oleh berjuta konsumen sejak hadir pertama kali pada tahun 2008. Produk yang dikembangkan dengan memperhatikan ukuran, gaya dan fitur cukup menarik minat konsumen. Ukuran yang ramping, bentuk yang meruncing dan performa yang unggul membuat Honda Beat ini cocok untuk pemakaian sehari hari. Motor ini didesain ulang dengan kesan agresif dan modern. Penggunaan velg dengan desain baru juga membuat tampilannya lebih tajam.









Jika anda berminat, silahkan hubungi kami Budi Motor: 085247622866 / 085753067333 atau anda bisa datang langsung ke show room kami.



“Kesuksesan sejati adalah ketika kita membuat orang lain bahagia.”
 --- Helvy Tiana Rosa ---

Friday, May 12, 2017

Jumat Kesepuluh; Masjid Al Awwabin Karang Balik Tarakan

Info Paguntaka – Masjid Al Awwabin tepat berada di samping pertigaan Jalan Dr. Sutomo dan Jl. Aditya Warman. Lokasinya memang pas – pasan, tak ada lahan parkir di pekarangan masjid, tapi jamaah yang hendak menunaikan sholat jumat bisa memarkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat di sepanjang jalan.

Masjid Al Awwabin yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang sering bertaubat, sebelumnya merupakan mushola yang didirikan pada tahun 1960an. Kemudian dalam perkembangannya difungsikan sebagai Masjid. Peresmian Masjid pada Ahad, 10 Februari 1991.






Saat hendak ambil air wudhlu, petugas tengah mengumumkan undangan dan kondisi kas masjid. Terpaksa aku berhenti dulu untuk menyimak, siapa Khotib hari ini. Pengalaman di Masjid Darul Istiqomah yang salah tulis nama karena ternyata yang berkhotbah adalah khotib pengganti.

Aku sengaja memilih masuk dari pintu depan, di Jl. Adityawarman, biar bisa mengambil foto dengan leluasa. Kalau dari pintu samping utara yang sejajar dengan Jalan Dr. Sutomo sudutnya bisa kurang pas, kecuali bisa menerobos dan masuk di shof bagian tengah. 





Khotib,  Ustadz Syamsul Bahri membuka khotbahnya dengan salam, ucapan syukur, sholawat dan ajakan untuk meningkatkan ketaqwaan. 

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali imron: 102)

Khotib kemudian melanjutkan dengan mengingatkan jamaah untuk bersykur karena bisa berjumpa dengan salah satu Bulan Haram, yaitu  Sya'ban. 

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (Qs. at-Taubah: 36)
Berada di bulan bulan yang dimuliakan oleh Allah ini, sudah seharusnya kita lebih meningkatkan amal baik kita.

Di bagian akhir khotbah, khotib menyampaikan tentang pentingnya pendidikan bagi anak - anak kita. Sebagai orang tua kita wajib membekali anak - anak kita dengan ilmu agama dan ilmu - ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan anak kita kelak.





Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa 9)


===========&*&===========


Sekadar Info



"Beberapa ratus tahun setelah didirikan, Masjid Nabawi sempat terbakar. Api yang berkobar menghancurkan atap, tiang masjid hingga dinding pembatas makam Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian, rumah suci itu segera direnovasi oleh para pemimpin negara Muslim."

Friday, May 5, 2017

Jumat Kesembilan; Masjid At Taqwa Aspol Kampung Bugis Tarakan

Info Paguntaka – Anda tak akan bisa melihat Masjid At Taqwa ini dari Jalan Jend Sudirman, karena letak masjid agak jauh dari jalan raya. Bagi jamaah yang tidak biasa sholat jumat di sini mungkin agak kerepotan karena letaknya memang berada di tengah kompleks Asrama Polisi Kampung Bugis.






Sayang saya agak terlambat, khotib telah menyampaikan khotbahnya beberapa menit ketika saya masuk di Masjid, akibatnya bahkan saya tidak bisa masuk di ruang utama. Padahal, di Masjid Al Bahri jumat lalu sudah diingatkan, untuk segera menuju masjid saat dipanggil muazin untuk menunaikan sholat Jumat.


Persiapan menghadapi Ramadhan masih menjadi tema khotbah. Ustadz Kamal, SH, M.Pd menyampaikan empat hal yang perlu kita cermati sebagai persiapan menyambut Ramadhan yang semakin dekat.
1. Keimanan
2. Jasmani
3. Keilmuan
4. Harta
Empat poin yang saling terkait tersebut Insha Allah akan bisa membuat amalan ibadah kita maksimal saat Ramadhan nanti.  Khotib di akhir khotbahnya mengajak semua jamaah untuk tidak hanya memanfaatkan masjid sebagai tempat menunaikan sholat saja, tapi juga mengisi dengan kegiatan dakwah dan keilmuan dengan lebih menyemarakkan majlis taklim.


Selesai sholat Jumat, saya menghampiri Ustadz Kamal yang berbincang akrab dengan beberapa Jamaah.
"Sebelum pindah ke Juata Permai, saya dulu tinggal di lingkungan sini, karena itu saya tahu bagaimana kegiatan keagamaan di Masjid ini. Silahkan tanya - tanya sama pengurus Masjid jika ingin tahu kegiatan apa saja yang dilaksanakan di sini Mas..."





Qs. QS. Al Baqarah ayat 185
Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” 
===========&*&===========


Sekadar Info


Masjid Al-Irsyad Padalarang, Kab. Bandung Jawa Barat yang mulai dibangun pada tahun 2009 memiliki dinding yang unik. Bertuliskan kaligrafi di bagian luar masjid; 2 kalimat syahadat "Laillaha ilallah Muhammadarrasulullah". Kaligrafi ini sangat besar karena selebar dinding Masjid.