Jumat Kesepuluh; Masjid Al Awwabin Karang Balik Tarakan

Info Paguntaka – Masjid Al Awwabin tepat berada di samping pertigaan Jalan Dr. Sutomo dan Jl. Aditya Warman. Lokasinya memang pas – pasan, tak ada lahan parkir di pekarangan masjid, tapi jamaah yang hendak menunaikan sholat jumat bisa memarkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat di sepanjang jalan.

Masjid Al Awwabin yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang sering bertaubat, sebelumnya merupakan mushola yang didirikan pada tahun 1960an. Kemudian dalam perkembangannya difungsikan sebagai Masjid. Peresmian Masjid pada Ahad, 10 Februari 1991.






Saat hendak ambil air wudhlu, petugas tengah mengumumkan undangan dan kondisi kas masjid. Terpaksa aku berhenti dulu untuk menyimak, siapa Khotib hari ini. Pengalaman di Masjid Darul Istiqomah yang salah tulis nama karena ternyata yang berkhotbah adalah khotib pengganti.

Aku sengaja memilih masuk dari pintu depan, di Jl. Adityawarman, biar bisa mengambil foto dengan leluasa. Kalau dari pintu samping utara yang sejajar dengan Jalan Dr. Sutomo sudutnya bisa kurang pas, kecuali bisa menerobos dan masuk di shof bagian tengah. 





Khotib,  Ustadz Syamsul Bahri membuka khotbahnya dengan salam, ucapan syukur, sholawat dan ajakan untuk meningkatkan ketaqwaan. 

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali imron: 102)

Khotib kemudian melanjutkan dengan mengingatkan jamaah untuk bersykur karena bisa berjumpa dengan salah satu Bulan Haram, yaitu  Sya'ban. 

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (Qs. at-Taubah: 36)
Berada di bulan bulan yang dimuliakan oleh Allah ini, sudah seharusnya kita lebih meningkatkan amal baik kita.

Di bagian akhir khotbah, khotib menyampaikan tentang pentingnya pendidikan bagi anak - anak kita. Sebagai orang tua kita wajib membekali anak - anak kita dengan ilmu agama dan ilmu - ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan anak kita kelak.





Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa 9)


===========&*&===========


Sekadar Info



"Beberapa ratus tahun setelah didirikan, Masjid Nabawi sempat terbakar. Api yang berkobar menghancurkan atap, tiang masjid hingga dinding pembatas makam Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian, rumah suci itu segera direnovasi oleh para pemimpin negara Muslim."

0 Response to "Jumat Kesepuluh; Masjid Al Awwabin Karang Balik Tarakan"

Post a Comment