Saturday, June 23, 2018

Pondok Pesantren Al-Muyassar/SMP KUMI Tarakan

Beberapa orang dahulu  mungkin saja jauh dari Islam, tapi  seiring berjalannya waktu kemudian mereka bertaubat. Sebelum bertaubat mereka bisa jadi buta akan ilmu agama, tuli akan kebenaran, dan bisu suara qur’an. Pintu taubat kemudian terbuka dan mereka masuk secara total, bahkan mereka memutuskan untuk masuk masuk pondok pesantren dengan tujuan untuk berhijrah dari masa kegelapan menuju masa pencerahan. Seorang yang masuk pondok pesantren karena insyaf, Insha Allah mereka akan rajin beribadah dan belajar ilmu agama. Kondisi dan lingkungan pondok pesantren memang sangat mendukung bagi siapapun yang ingin meningkatkan kualitas ibadah dan belajar ilmu agama. Karena di pondok pesantren, seorang santri dituntut untuk maksimal memanfaatkan waktu untuk belajar, beribadah dan melakukan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat.



Sudah pernah membaca novel Negeri Lima Menara? Ahmad Fuadi adalah penilis dari novel yang cukup terkenal ini. Ahmad Fuadi berhasil memperoleh berbagai beasiswa untuk belajar di luar negeri. Keberhasilannya ini diperolehnya setelah dia belajar intensif di pondok pesantren, KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo (1988-1992). Meski awalnya masuk pondok pesantren karena terpaksa, tapi di kemudia hari diapun mengucapkan rasa terima kasihnya pada orang tua yang telah memaksanya masuk di pondok pesantren. Keberhasilan yang dia raih saat ini tentu tak lepas dari pembelajaran dan ilmu yang didapatkanya setelah nyantri selama empat tahun di Gontor.


Salah satu ciri yang  khas dari santri satu pondok pesantren adalah kemampuan berbahasa arab. Di beberapa pondok pesantren modern bahkan  menerapkan bahasa arab dan inggris dalam percakapan sehari-hari. Pembiasaan berbahasa Arab dan Inggris setiap hari ini tentunya sangat berpengaruh pada penguasaan kedua bahasa asing tersebut. Karena sebagaimana kata para pakar, bahasa adalah kebiasaan. Bahasa asing tidak lagi menjadi asing jika kita telah terbiasa menggunakannya setiap hari. Penguasaan bahasa asing, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ini pulalah yang menjadi salah satu daya tarik sekaligus alasan bagi orang tua untuk memasukkan buah hati kesayangannya masuk di pondok pesantren. Dengan akhlak dan adab yang tertempa, ilmu agama yang cukup, penguasaan bahasa asing dan bekal ilmu dunia yang kelak akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak, orang tua harus ikhlas untuk tidak lagi bisa bertemu setiap hari, karena anaknya belajar di pondok pesantren.  Pondok pesantren juga terkenal dengan disiplinnya, apalagi pondok-pondok pesantren modern rata – rata memiliki aturan yang sama dengan tidak membolehkan orang tua berkunjung setiap hari.

Ponpes Al-Muyassar/SMP KUMI Tarakan bisa menjadi satu pilihan bagi anda yang punya anak atau saudara  baru lulus dari Sekolah Dasar dan ingin menjadi santri. Anda tak perlu jauh – jauh pergi ke Pulau Jawa atau Sulawesi karena sistem Pendidikan dan Pengajaran di Ponpes Al-Muyassar/SMP KUMI Tarakan tidak kalah kualitasnya.

Segera daftarkan di Ponpes Al-Muyassar/SMP KUMI (Kulliyatul Mu'alimin Al-Islamiyah) yang beralamat di Jl. P. Bangka RT. 14 Kamp. I Skip (Belakang RSUD Tarakan).

Pendaftaran gelombang III: Kamis, 21 Juni - Sabtu, 30 Juni 2018.
Masuk asrama : Ahad, 01 Juli 2018
Masa orientasi: Senin, 02 juli- jum'at,06 Juli 2018
Aktif Kegiatan belajar :Senin,09 juli 2017

Program unggulan:
1.Puasa Senin dan Kamis
2.Shalat Dhuha dan Tahajud
3.Penerapan percakapan Bahasa Arab dan Inggris
4.Latihan pidato 3 bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris)
5.Tahfidzul Qur'an
6. Leadership

Eskul:
1.Pramuka
2.PMR
3.Menjahit
4.Olahraga (badminton, futsal, tenis meja, voli, panah)



Kutipan Paguntaka
"Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya."
--Buya Hamka; Seorang Ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia 1908-1981--

3 comments

Bermanfaat sekali artikelnya...
Makasih

Siapkan generasi terbaik anda sebagai investasi akhirat@Anak Sholeh/Sholikha yg selalu mendoakan orangtuanya

Pondok pesantren merupakan pilihan terbaik bagi para orang tua untuk sebagai wadah untuk membekali dan membentengi generasi penerus mereka agar siap menghadapi era globalisasi yg penuh tantangan.


EmoticonEmoticon