Sunday, November 10, 2019

Mengintip Kemungkinan Zlatan Ibrahimovic Balik ke Serie A

INFO PAGUNTAKA -  Mengintip Kemungkinan Zlatan Ibrahimovic  Balik ke Serie A Simpang siur pemberitaan Ibrahimovic untuk melanjutkan karirnya di Italia memang masih terdengar. Sang pemain bertubuh jangkung tersebut diberitakan akan kembali memikirkan kemungkinan dirinya bermain lagi di Liga Serie A. Namun, berada di tim mana masih menjadi misteri bagi publik.

Sempat terdengar bahwa Zlatan Ibrahimovic kembali diminati oleh AC Milan. Klub yang bermarkas di San Siro itu menginginkan kembalinya Ibra meski saat ini sang pemain sudah menginjak usia veteran. Sebelumnya, Ibra tercatat sebagai mantan pemain Milan periode tahun 2010 silam.
Dalam satu liputan di media Ibra pernah menyampaikan  telah melihat dokumentasi leenda sepak bola asal Argentina, Diego Maradona di Napoli. Dan dokumentasi itu membuat dia tertarik untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Maradona. Zlatan Ibrahimovic tak menutup peluang untuk kembali ke Serie A. Zlatan Ibrahimovic tergoda memperkuat salah satu di antara Napoli, Inter Milan dan Bologna. Ibrahimovic mengatakan kalau Serie A masih menjadi kompetisi paling sulit di dunia, khususnya untuk para striker. Oleh karena itu, Ibra benar – benar berharap mendapatkan kesempatan untuk kembali

Baca Juga: Main Mode Siluman, Luka Jovic Buat Madrid Turun Posisi

Seperti diketahui, kontrak Ibra bersama klub Amerika Serikat, LA Galaxy akan segera berakhir Desember nanti. Hingga kini, Ibra belum memastikan akan menerima pinangan dari klub mana, mengingat cukup banyak yang berminat terhadap dirinya.

AC Milan Menjadi yang Paling Mengincar Ibra
Ibrahimovic tampil selama dua tahun bersama AC Milan. Dalam periode tersebut, rupanya Ibra berhasil mencatatkan 56 gol dari 85 pertandingan bersama Rosoneri di semua kompetisi. Prestasi ini dianggap membanggakan bagi Milan saat itu.
Mungkin inilah yang juga menjadi alasan Milan kembali menginginkan sang pemain asal Swedia tersebut. Ibra menjadi incaran AC Milan yang musim ini masih membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengisi kelemahan di depan.
Selain AC Milan, ternyata dua klub seperti Inter Milan dan Bologna juga dikabarkan tertarik dengan sang striker. Sayangnya, dari tiga klub Serie A tersebut, rupanya Milan menjadi yang terdepan untuk menawarkan minatnya pada Ibra.
Bagi Milan, tidak ada keraguan mendatangkan kembali mantan strikernya itu. Ibra sudah mencatatkan prestasi menawan bagi Rosoneri di masa lalu. Apalagi, Ibra juga bukan sosok baru lagi untuk Liga Italia. Setiap mata pasti masih mengenang kualitas bermain sang striker tersebut.

Ibra Mengaku Suka Dengan AC Milan dan Juventus
Pernah menjadi bagian dari San Siro rupanya membuat Ibra juga tidak lepas dari kenangan. Pemain juga mengakui bahwa lebih tertarik bergabung dengan Milan dibandingkan klub Italia yang lain. Hal ini semakin membuka peluang besar bagi Rosoneri mendatangkan dia kembali.
Selama pindah dari Milan, Ibra memperkuat LA Galaxy. Penampilan Ibrahimovic tetap impresif dan mampu mencetak lebih dari 50 gol selama membela klub Mayor League tersebut. Meski gagal meraih top skor MLS, Ibra pun masih optimis dirinya dibutuhkan banyak klub besar.
Diusianya yang sudah menginjak 38 tahun, Ibra masih yakin ada persinggahan baru untuk karirnya. Sempat terdengar kabar akan kembali direkrut Manchester United, rupanya sang penyerang lebih merasa nyaman berada di Italia.


Atmosfer pertandingan Serie A memang bukan hal baru bagi Ibra. Namun, kabar menyebutkan sang pemain juga tengah memikirkan niat untuk bergabung dengan Juventus. Keinginan Ibra untuk satu tim dengan Cristiano Ronaldo mungkin bisa diwujudkan bila Juve juga menginginkannya.

Si Kulit Bundar:
“Once you learn to quit, it becomes a habit.”
"Sekali anda belajar berhenti, itu akan menjadi kebiasaan", ---Vince Lombardi---

Wednesday, November 6, 2019

Kasihan Nasib Duo Diaz, Mereka Tinggal Tunggu Waktu

INFO PAGUNTAKA -  Kasihan Nasib Duo Diaz, Mereka Tinggal Tunggu Waktu Real Madrid terbilang sebagai klub yang selalu ramai mendatangkan pemain anyar di musim ini. Namun, ternyata klub raksasa La Liga tersebut juga banyak melepas pemainnya. Real Madrid diisukan segera bersiap untuk melepas dua pemainnya, Mariano Diaz dan Brahim Diaz.
Keinginan Real Madrid untuk menjual Duo Diaz pada bursa transfer mendatang tidak terlepas dari niat mendatangkan pemain anyar. Seperti diketahui, tim asuhan Zinedine Zidane tersebut sudah beberapa kali mengincar nama pemain top dunia untuk merapat ke Santiago Bernabeu.
Dibawah kendali Zinedine Zidane, Real Madrid juga telah merombak komposisi pemain sampai berulang kali. Hingga akhirnya, El Real pun mulai menemukan materi pemain unggulan untuk bermain di musim ini. Duo Diaz bisa tidak masuk rencana sang pelatih.


Gambaran Masa Depan Duo Diaz
Pelatih Zinedine Zidane tidak secara khusus menjelaskan bahwa dua pemainnya yang bernama belakang sama itu harus pergi. Hanya saja, publik mulai mengamati ketika Mariano dan Brahim tidak lagi dimainkan oleh pelatih berkepala plontos tersebut.
Zidane mulai memetakan para pemain yang masuk dalam racikan skuad terbaiknya. Diantaranya masuk nama Vinicius, dan Rodrygo yang diambil dari pemain muda Real Madrid. Selain itu, ada pula nama Fede Valverde yang kemudian sering dimainkan.
Sementara nama Mariano Diaz dan Brahim Diaz ternyata tidak ditampilkan. Spekulasi kepergian dua pemain muda tersebut tampaknya juga jelas digambarkan oleh beberapa kali pemilihan skuad baru Madrid. Nasib Duo Diaz tampaknya bisa sama dengan Marcelo dan Lucaz Fasquez.

Duo Diaz Sudah Tidak Dibutuhkan Sejak Awal Musim
Saat mengawali musim 2019-2020, pelatih Zinedine Zidane sudah cukup menunjukkan gelagat bahwa Duo Diaz tidak lagi masuk tim utama Madrid. Hal tersebut tampak dari keputusan Zidane dan klub yang meminta Mariano Diaz dengan ikhlas memberikan nomor punggung 7 kepada pemain anyar Eden Hazard.


Selain itu, kondisi Mariano Diaz semakin diperparah ketika sang pemain mengalami cedera di awal musim. Mariano kemudian mengalami kesulitan bersaing dengan Luka Jovic serta Karim Benzema. Dunia bola memang penuh dengan persaingan tajam dan menyakitkan.
Kondisi yang sedikit berbeda tampak dialami oleh Brahim Diaz. Pemain 20 tahun ini sempat mendapatkan kesempatan di akademi Real Madrid. Sayangnya, kualitas bermain Brahim masih kalah dengan Rodrygo maupun Vinicius.

Sempat masuk menjadi rencana jangka panjang di Real Madrid, rupanya Brahim juga telah mendapat kontrak 15 Juta Euro dari klub. Namun, ternyata sang pemain masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan untuk permainan selama bersama Real Madrid. Kesempatan telah diberikan, dan yakin Brahim juga telah memberikan yang teebaik untuk Real Madrid. Namun keputusan harus diambil apapun resikonya.
Melihat kedua pemain, Mariano Diaz dan Brahim Diaz masih berusia muda. Keduanya diyakini akan gampang mendapatkan klub anyar setelah nanti hengkang dari Real Madrid. Meski sempat dibandingkan dengan nasib Gareth Bale, Zidane masih optimis bila Duo Diaz bisa diterima mudah di banyak klub.

Si Kulit Bundar:
“Ability is what you're capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it.”
"Kemampuan adalah apa yang kamu bisa lakukan. Motivasi menentukan apa yang kamu lakukan. Sikap menentukan sebaik apa kamu melakukannya." 
--Lou Holtz--

Tuesday, November 5, 2019

Larangan Transfer Segera Dicabut, Chelsea Bidik Callum Wilson

INFO PAGUNTAKA -  Larangan Transfer Segera Dicabut, Chelsea Bidik Callum Wilson  Menurut sebuah media Inggris, Mirror, larangan transfer Chelsea kabarnya akan segera dicabut. Menanggapi hal ini, The Blues juga diisukan sudah mulai bergerak untuk menetapkan target buruan mereka di bursa transfer Januari nanti. Chelsea dikabarkan tengah mendekati salah satu punggawa Bournemotuh, Callum Wilson. Menurut sumber yang sama pula, Frank Lampard kabarnya sudah menjadikan Wilson sebagai buruan utama.

Tim hukum The Blues optimis permohonan mereka ke Pengadilan Olahraga untuk mencabut larangan transfer mereka akan dikabulkan. Sebelumnya, Chelsea diketahui mendapat larangan transfer dari badan sepakbola tertinggi dunia, FIFA. Chelsea mendapat hukuman transfer karena terbukti melanggar peraturan tentang transfer pemain yang masih berusia di bawah 18 tahun. Dengan adanya hukuman ini, skuad London Biru tidak bisa mendatangkan amunisi anyar di musim panas lalu.

Callum Wilson sendiri adalah sosok penting dalam skuad Bournemouth. Dia terbukti sudah menjadi andalan The Cherries sejak kedatangannya dari Coventry City lima tahun yang lalu. Musim ini, pemain berusia 27 tahun tersebut sudah mencetak lima gol dari sepuluh penampilannya bersama Bournemouth di Liga Primer. Jumlah itu otomatis menempatkannya pada posisi teratas top skorer sementara klub.
Penampilan Mengesankan Callum Wilson Bersama Bournemouth
Callum Wilson IG
Bersama The Cherries, penampilan Wilson memang cukup menarik dalam beberapa musim terakhir. Sejak kedatangannya pada 2014 lalu, Wilson tercatat sudah tampil sebanyak 154 kali bersama skuad Bournemouth. Dari 154 penampilannya, pria Inggris tercatat sudah lesatkan 63 gol. Performa impresif ini juga membuat manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate tertarik padanya. Akhirnya, ketertarikan Southgate tersebut berakhir dengan pemanggilan Wilson ke skuad Tiga Singa.

Callum Wilson Cocok Jadi Pelapis Tammy Abraham
Sementara itu, di tabel klasemen, Chelsea tengah merangkak naik ke papan atas setelah sempat terpuruk di pekan-pekan awal. Saat ini, pasukan London Biru menghuni posisi ke-4 klasemen sementara. Mereka berhasil mencapai posisi tersebut setelah meraih empat kemenangan secara beruntun di Liga Primer Inggris.  Selain itu, di bawah tangan dingin Lampard, Chelsea kini menampilkan permainan offensive yang menarik untuk ditonton.
Callum Wilson IG

Meski tampil begitu cemerlang, Chelsea sepertinya tetap perlu amunisi tambahan di bulan Januari nanti jika ingin mempertahankan posisi empat besar. The Blues sepertinya bisa memperkuat lini depan mereka dengan beberapa amunisi baru. Penyerang baru diperlukan karena nampaknya tidak ada yang sanggup menjadi pelapis Tammy Abraham. Olivier Giroud sepertinya tidak begitu disukai Lampard. Sementara satu penyerang lain, Mitchy Batshuayi rasanya kurang sesuai dengan gaya permainan mantan bintang Timnas Inggris tersebut.


Callum Wilson pada awalnya bukanlah target utama Chelsea. Tim London ini lebih berminat untuk menarik bomber ganas dari AC Milan, Gonzalo Higuain. Higuain yang dikenal sebagai anak asuh kesayangan Sarri masih  masih di Napoli. Lewat tangan dingin Sarri, Higuain tampil tajam dengan mencetak 36 gol di musim 2015-16 silam. Sayangnya peluang Chelsea untuk mendapatkan Higuain tampaknya sangat tipis karena status penyerang asal Argentina itu di Milan merupakan pinjaman dari Juventus.

Oleh karena itu, Chelsea butuh striker baru yang sanggup bersaing dengan Tammy Abraham dalam urusan ketajamannya. Dan nama Callum Wilson dirasa cocok menjadi jawaban masalah The Blues itu.

Jika diperhatikan, gaya bermain striker berusia 27 tahun  ini memiliki keunikan tersendiri. Ia adalah tipe pemain yang suka mencari celah di pertahanan lawan. Ketika berada di area penalti, Wilson juga dikenal mematikan. Ia punya kemampuan finishing yang baik ketika sudah menemukan titik lengah penjaga gawang lawan. Selain itu, kehadirannya juga kerap menjadi mimpi buruk bagi lawan di menit-menit akhir. Oleh karena itu, Wilson dirasa cocok untuk bersaing dengan Abraham dalam skuad Frank Lampard.

Si Kulit Bundar:
“Pressure is something you feel when you don't know what the hell you're doing.” 
"Tekanan adalah sesuatu yang kau rasakan ketika kau tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan" -- Peyton Manning --

Saturday, November 2, 2019

Mengasingkan Ozil Bukan Semata Keinginan Emery

INFO PAGUNTAKA - Mengasingkan Ozil Bukan Semata Keinginan Emery Belum adanya kesempatan bermain bagi Mesut Ozil dinilai banyak pihak sangat mengecewakan. Memang pemain asal Jerman ini nyatanya tidak mendapatkan jatah bermain di musim ini dari sang pelatih Unai Emery. Namun, pelatih Arsenal tersebut mengungkap itu juga bukan keinginannya semata.
Unai Emery diketahui jarang memberikan kesempatan kepada Mesut Ozil untuk tampil diatas lapangan. Keputusan untuk menepikan pemain yang satu ini diakui Emery adalah keinginan bersama dari banyak pihak, termasuk manajemen Arsenal.
Musim ini, tercatat Ozil baru mendapatkan kesempatan bermain sebanyak dua kali saja. Penampilan tersebut seolah membuat sang pemain tidak lagi diharapkan oleh tim. Sejak bulan September lalu, namanya pun tidak lagi masuk skuad reguler Arsenal.

Soal Ozil, Semua Mendukung
Penampilan terakhir Ozil bersama Arsenal adalah ketika bertanding melawan Nottingham Forest pada ajang Carabao Cup. Dalam laga tersebut, Ozil bahkan tidak dimainkan selama 90 menit karena digantikan oleh Reiss Nelson pada menit ke 77’.
Beberapa hari ini, pendukung Arsenal mencetuskan keinginannya untuk kembali melihat sang pemain diatas lapangan. Fans The Gunners meminta sang pelatih untuk memainkan Ozil. Keinginan ini muncul setelah Arsenal justru tumbang ketika menghadapi Sheffield United di pekan sebelumnya.
Sayangnya, Unai Emery seolah tidak memberikan kepastian atas keinginan para fans Arsenal tersebut. Pelatih berdarah Spanyol ini tetap mengasingkan Ozil sampai batas waktu yang masih rahasia.
Menepikan Ozil dari lapangan ternyata diakui Emery bukanlah keinginannya saja. Jajaran  direksi tim juga mendukung hal tersebut, untuk menepikan sang pemain sementara waktu. Sang pelatih beralasan ada strategi yang ingin disepakati tim pada keputusannya kali ini.
Emery menambahkan bagi Arsenal, Ozil tetaplah pemain yang sangat penting. Namun, beberapa pertimbangan membuat klub lebih setuju untuk menepikannya sementara waktu dan mengganti peran dengan gelandang yang dimiliki Arsenal saat ini.
Add caption

Nasib Sama Ozil dan Torreira
Ternyata selain Mesut Ozil, ada juga pemain Arsenal yang belakangan mulai jarang dimainkan. Dialah Lucaz Torreira, gelandang asa Uruguay yang baru mencatatkan tujuh kali permainan bersama Arsenal musim ini.
Namun, untuk kasus yang dialami Torreira sang pelatih ternyata memberikan pertimbangan lain. Unai Emery mengungkapkan akan segera menggunakan Torreira kembali di beberapa laga ke depan. Bahkan kepastian tampilnya Torreira ketika Arsenal menghadapi Crystal Palace diungkap sang pelatih.

Kabar kurangnya kesempatan bermain yang diberikan kepada Ozil jelas membuat para fans kecewa. Akan tetapi, Unai Emery tidak bisa mengubah strategi yang sudah disepakati dengan semua pimpinan klub, termasuk soal Ozil.
Mantan pelatih Paris Saint Germain tersebut juga tidak bisa memastikan kapan Ozil akan kembali dimainkan. Meski tidak menampik bahwa sang pemain dianggap punya kelemahan dari segi performanya kini yang sudah menginjak usia kepala tiga.

Friday, November 1, 2019

Maguire dan Rashford Cedera, Ini Tanggapan Solskjaer

INFO PAGUNTAKA - Maguire dan Rashford Cedera, Ini Tanggapan Solskjaer Manchester United tidak hanya mengalami kesulitan usai kepergian Lukaku dan Sanchez. Tim Premiere League ini juga tengah dalam situasi yang memprihatinkan setelah beberapa pekan belum berhasil naik ke posisi atas. Kini, kabar buruk kembali menimpa usai Maguire dan Rashford diberitakan cedera.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer merespon kabar tersebut dengan beberapa penjelasan. Sang manajer ternyata memberikan kepastian bahwa kedua pemainnya itu bukan mengalami cedera serius. Hanya saja, Harry Maguire dan Marcus Rashford sempat mengalami nyeri hebat.
Sebelumnya, Maguire dan Rashford bermain untuk Manchester United pada starter pertandingan menghadapi Chelsea. Sekitar 80 menit, Rashford berada diatas lapangan, sementara Maguire memaksimalkan penampilannya dengan bermain sepanjang pertandingan. MU pun berhasil menang 2-1 saat itu dari The Blues.

Baca juga: Main Mode Siluman, Luka Jovic Buat Madrid Turun Posisi

Hanya Masalah Minor Saja
Usai pertandingan, kedua pemain MU, Harry Maguire dan Marcus Rashford diberitakan mengalami cedera. Kabar tersebut berhembus usai Maguire berjalan pincang keluar lapangan. Tidak hanya itu, Marcus Rashford juga tampak mengompres lututnya.
Spekulasi tentang cedera kedua pemain tersebut akhirnya menjadi kabar yang cepat sampai ke telinga penggemar. Sang pelatih pun memberikan penjelasan bahwa dua anak buahnya memang mengalami sedikit masalah dengan kaki, namun tidak perlu terlalu dibesarkan.
Merasakan nyeri setelah pertandingan sepakbola, bagi setiap pemain adalah hal yang wajar. Apa yang dialami oleh Maguire dan Rashford bukanlah masalah besar dan kemungkinan tetap mengganti mereka di pertandingan pekan depan.
Akan tetapi, Solskjaer tidak ingin pesimis terlebih dulu. Pelatih berharap kedua pemainnya tersebut bisa tetap pulih di akhir pekan nanti untuk menjalani lanjutan Premiere League. Solskjaer yakin Maguire dan Rashford merupakan pemain yang bisa menjalani pemulihan dalam waktu cepat.

Solskjaer Berikan Kepercayaan Penuh
Kepada kedua pemainnya, Harry Maguire dan Marcus Rashford pelatih Ole Gunnar Solskjaer tidak pernah merasa ragu. Meski belum bisa menggantikan peran Lukaku sepenuhnya, kenyataannya MU masih cukup bagus bermain di musim kali ini.
Keberhasilan seorang Marcus Rashford ketika mengeksekusi penalti MU di babak pertama pekan kemarin mendapat pujian sang pelatih. Solskjaer mengaku tetap yakin dengan performa anak buahnya itu akan berkembang seiring waktu.
Marcus Rashford merupakan pemain muda yang saat ini mulai diandalkan oleh MU. Rashford juga punya segala yang dibutuhkan MU untuk bangkit menjalani musim kali ini. Selain mentalitas, sang pemain juga punya karakter kuat yang diapresiasi oleh pelatih.
Begitu juga dengan peran Harry Maguire untuk skuad Manchester United. Pemain belakang yang sudah konsisten memainkan perannya di barisan pertahanan. Bagi Solskjaer, sosok Maguire juga menjadi benteng utama MU untuk bisa menghalangi serangan dengan tepat. Itu sudah terbukti!
Mengenai penampilan Maguire dan Rashford di pertandingan akhir pekan nanti, tampaknya Solskjaer tidak ingin menjanjikan sesuatu. Pelatih yang sempat akan dipecat itu menyatakan tetap optimis anak buahnya bisa tampil, meski tetap mementingkan kondisi pemain terlebih dulu.

Motivasi Si Kulit Bundar: “Kesuksesan bukanlah suatu kebetulan, itu adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, pembelajaran, pengorbanan dan yang terpenting rasa cinta atas yang kau lakukan dan yang kau pelajari.” -- Edson Arantes do Nascimento--

Prediksi Bournemouth vs Manchester United, Sabtu 2 November 2019

INFO PAGUNTAKA - Gameweek ke-11 Liga Primer Inggris akan kembali dimulai akhir pekan ini. Tepatnya pada hari Sabtu 2 November 2019, akan ada satu laga menarik yang tersaji di Vitality Stadium. Pertandingan tersebut akan mempertemukan tuan rumah, Bournemouth, dengan tamunya, Manchester United. Laga ini rencananya akan dimulai pada pukul 17.30 waktu setempat, atau sekitar pukul 19.30 WIB.

Statistik Pertandingan Terakhir Kedua Tim
Jika melihat tabel klasemen sementara, posisi Bournemouth dan Manchester United tak terpaut begitu jauh. United saat ini berada di posisi ke-7 klasemen dengan koleksi 13 angka. Sedangkan Bournemouth ada dua tingkat di bawah mereka. The Cherries saat ini menempati posisi ke-9 dengan koleksi poin sama dengan United.
Bagi Bournemouth, pekan sebelumnya tergolong pekan yang sulit. Walaupun tidak meraih kekalahan, Bournemouth tetap tak bisa meraih poin maksimal kala bersua Watford di pekan ke-10. Laga kontra Watfrord tersebut dilalui pasukan Eddie Howe dengan skor akhir kacamata. Meski di laga tersebut Bournemouth tampil dominan, nyatanya mereka masih gagal memanfaatkan peluang-peluang yang mereka dapat menjadi gol.
Saat Bournemouth gagal memetik poin sempurna, Manchester United justru sanggup mencuri tiga poin di markas Norwich City Minggu (27/10) lalu. Sejak awal, United memang tampil dominan dan menguasai jalannya laga. Sejak paruh pertama saja, United sudah unggul 0-2 melalui Scott McTominay dan Marcus Rashford. Di babak kedua, Setan Merah semakin menjauh melalui gol Anthony Martial. Sementara satu gol Norwich melalui Onel Hernández hanya mampu memperkecil ketertinggalan.

Baca Juga: 
Head to Head Kedua Tim
Melihat catatan head to head, Manchester United patut jumawa. Pasalnya, dari delapan kali pertemuan mereka dengan Bournemouth, United sukses torehkan enam kemenangan. Sementara itu, Bournemouth hanya mampu mengalahkan MU  sebanyak satu kali dari delapan pertemuan mereka kontra tim Manchester Merah.
Selain tampil dominan sepanjang pertemuan kontra Bournemouth, United juga menguasai lima pertemuan terakhir keduanya. Pertemuan terakhir Bornemouth dan United terjadi pada 30 Desember 2018 lalu. Saat itu, pasukan Ole Gunnar Solskjær yang tampil dengan sepuluh pemain sukses membantai The Cherries dengan kemenangan 4-1.
Prediksi Pertandingan
Untuk menghadapi Manchester United akhir pekan nanti, manajer Bournemouth Eddie Howe dipastikan akan kembali memakai skema 4-4-2 andalannya. Di sektor depan, Howe bisa menempatkan duet Joshua King dan Callum Wilson. Jika jumlah gol kedua pemain tersebut digabung, maka keduanya sudah mengoleksi total tujuh gol. Tujuh gol tersebut didapat dari dua gol milik King dan lima gol milik Wilson.
Sementara di kubu tamu, Ole Gunnar Solskjær juga pasti sudah siapkan taktik jitu. Jika diperhatikan, formasi andalan pria Norwegia adalah 4-3-3. Namun, belakangan ini ia lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1. Oleh karena itu, Ole diprediksi akan kembali memainkan skema 4-2-3-1 tersebut. Di lini depan, United bisa mengandalkan ketajaman seorang Marcus Rashford. Sampai saat ini, penyerang berpaspor Inggris tersebut sudah koleksi 5 gol di ajang EPL.
Melihat performa United, saat ini nampaknya pasukan Ole Gunnar Solskjær tengah bangkit dari keterpurukan. Meski begitu, Bourneouth yang mendapat dukungan dari ribuan supporternya tentu tak akan menyerah begitu saja. Oleh karena itu, pertandingan ini diprediksi akan berakhir dengan skor imbang minimal 1-1.

Si Kulit Bundar:
“The problem with winter sports is that -- follow me closely here -- they generally take place in winter.” "Persoalan olahraga musim dingin adalah, ayo kita merapat, ini biasanya terjadi pada musim dingin." --Dave Barry--

Situasi Neymar, Gerard Pique Ibaratkan Sang Pemain Dalam Sangkar PSG


INFO PAGUNTAKA -  Situasi Neymar, Gerard Pique Ibaratkan Sang Pemain Dalam Sangkar PSG Paris Saint Germain sampai saat ini belum memberikan kepastian terkait dengan situasi sulit yang dialami Neymar. Seperti diketahui selama ini Neymar masih belum mendapat kesempatan bermain secara intens di PSG. Kondisi ini pun membuat sang pemain mendapat respon dari mantan rekannya, Gerrard Pique.

Neymar merupakan mantan pemain Barcelona yang akhirnya hengkang ke Paris Saint Germain tahun 2017 lalu. Pemain berdarah Brazil tersebut direkrut PSG dengan nilai mahar mencapai 222 Juta Euro dan menobatkan dirinya sebagai pemain termahal. Neymar da Silva Santos Júnior dikenal memiliki keunggulan dalam akselerasinya, keterampilan dribbling, finishing dan kemampuan dengan kedua kaki. Gaya permainannya telah  mengantarkan dia mencapai puncak karir di dunia sepak bola. Berbagai pujian dan kritik telah dia terima, baik dari  penggemar, media dan mantan pemain yang menggambarkan dan membandingkan dirinya dengan Legenda Sepak Bola asal Brasil Pelé. Bahkan Pele sendiri pernah memanggil Neymar sebagai "pemain yang sangat baik",
Akan tetapi, perjalanan karir Neymar di PSG tak semulus saat di Camp Nou. Dua musim bersama PSG, kini Neymar mengalami nasib yang meragukan. Sang pemain bahkan sempat mengalami ketegangan dengan tim Prancis tersebut di awal musim ini.

Baca Juga: Bahagianya Griezzmann Bisa Diterima di Barcelona

Berbagai Problem PSG dan Neymar
Pertikaian Neymar dengan PSG mulai tersulut sejak awal musim 2019-2020 dimulai. Paris Saint Germain merasa risih dengan karir Neymar di dunia hiburan. Apalagi, sang pemain juga dikenal memiliki banyak penggemar yang memperlakukannya sebagai artis, bukan atlet!
Kegeraman Paris Saint Germain menghadapi Neymar juga terjadi ketika pemain tersebut sering mengalami cedera. Belum lagi masalah Neymar yang berulang kali mogok atau absen saat mengikuti latihan pramusim. Berbagai masalah tersebut membuat PSG pun merasa Neymar bertindak semaunya sendiri.
Keputusan untuk memakai Neymar selama pertandingan reguler masih dianggap PSG sebagai keberuntungan pemain semata. Isu yang beredar, sang pemain Brazil itu akan segera dilepas di musim dingin mendatang. Jika benar, Barcelona kemungkinan siap menampungnya lagi. Kembali ke kandang? Kenapa tidak?!   Kebetulan juga, Barcelona langsung mengalami masa  sulit ketika ditinggalkan oleh Neymar. Hilangnya sang pemain membuat lini serang Barca yang sebelumnya diisi Trio Trisula, Neymar-Messi- dan Aguero kini cukup terpuruk hampir di setiap laga yang mereka ikuti. Bisa jadi, Barca akan kembali mendatangkan mantan pemainnya itu untuk mengulang kembali masa emas yang pernah diraih.

Pique Membuka Lebar Kesempatan Neymar Kembali
Sebagai pemain Barcelona yang juga pernah dihuni oleh Neymar, Gerrard Pique memberikan tanggapannya. Rumor kembalinya Neymar ke Camp Nou setelah tidak dibutuhkan PSG disambut hangat oleh sang gelandang Barca tersebut.
Menyadari kondisi Neymar saat ini, Gerrard Pique juga mengibaratkan mantan rekannya itu berada dalam sangkar emas milik PSG. Bagaimana tidak? Neymar diketahui mendapatkan gaji yang berlimpah di Ligue 1, namun kebebasan sang pemain menjadi terkekang.

Keinginan Neymar untuk pindah dari Paris Saint Germain juga sempat terdengar santer di beberapa bulan lalu. Kemungkinan menjadi pemain Barcelona lagi juga harus dipastikan oleh sang pemain. Hal itu tidak terlepas dari minat pesaing Barca, Real Madrid yang diberitakan juga tertarik.
Di musim panas sebelumnya, raksasa Liga Spanyol itu memang berniat mendatangkan Neymar ke Santiago Bernabeu. Akan tetapi, Zinedine Zidane mengutamakan Eden Hazard untuk diboyong terlebih dulu dibandingkan mendatangkan Neymar yang masih ragu untuk ke Madrid.


Thursday, October 31, 2019

Respon Gundogan Tentang Performa Sterling, Sangat Menawan!


Pesona Raheem Sterling sedang berada di puncak popularitas. Banyak penggemar yang terhipnotis dengan gaya bermain striker asal Inggris ini. Termasuk ketika berhasil tampil memukau dengan menyumbang 17 gol dan 11 assist bersama klub maupun timnas Inggris.
Ya, Raheem Sterling merupakan sosok pemain yang musim ini tengah menemukan sinarnya. Selain banyak klub yang menginginkan dirinya, kini Sterling pun mendapat pujian dari berbagai pihak atas aksinya. Pujian juga dilontarkan rekannya, Ilkay Gundogan.
Gundogan yang selama beberapa bulan ini bekerja sama dengan Sterling mengakui keunggulan pemain depan tersebut. Sterling bahkan dianggap sebagai bintang yang secepatnya akan bersinar bila tetap mempertahankan kualitasnya.


Sterling Bisa Jadi Pemain Top Dunia
Tampil memukau dengan kualitas pemain bintang dimiliki seorang Raheem Sterling musim ini. Bahkan di salah satu pertandingan, Sterling bisa menyumbang tiga gol atau hattrick memuaskan di ajang Liga Champions. Laga saat itu merupakan pertandingan yang dimenangkan City atas Aston Villa.
Saat itu, Ilkay Gundogan juga berhasil mencatatkan namanya dalam pertandingan kontra The Villas tersebut. Melihat penampilan rekan satu timnya, Gundogan optimis bila Sterling bisa menjadi pemain top dunia di suatu saat nanti.
Bagi Gundogan, rekannya tersebut memiliki kelebihan tidak hanya diatas lapangan. Sterling juga dinilai bagus dalam karakter dan kepribadian. Saat ini, sebagai teman dirinya hanya menyarankan agar Sterling bisa semakin konsisten dalam bermain.
Tidak hanya dari Gundogan, kabar pujian juga datang dari pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona tersebut semakin yakin dengan kemampuan seorang Sterling saat memperkuat City. Guardiola juga percaya di laga kontra Villa pekan kemarin merupakan sumbangsih besar seorang Sterling.
Cetak Gol, Sterling Kobarkan Api Semangat Untuk Tim
Berhasil mencetak gol dengan sangat memuaskan, nama Sterling pun disambut hangat pada akhir laga kontra Aston Villa. Bagi semua pemain Manchester City, gol yang dilesakkan Sterling itu merupakan pemantik semangat dari seluruh tim.

Baca Juga: Hakan Cahanoglu Jadi Man Of The Match  Laga Milan VS Lecce

Skor yang mencolok kala tampil di Etihad Stadium membuat semangat para pemain City tersulut. Penampilan impresif di depan pendukung pun disuguhkan selama 90 menit laga berlangsung saat itu. Padahal, di babak pertama, tuan rumah sempat dibuat frustrasi karena minimnya peluang.
Awal babak kedua, Sterling mulai menunjukkan skillnya. Pemain Inggris tersebut mencetak gol dengan sangat cepat di babak ini dan membuat tim optimis bisa menambah tiga poin. Ketangguhan seluruh punggawa The Citizens akhirnya menjadi jawaban atas kemenangan tuan rumah di laga tersebut.
Tidak bisa dipungkiri Raheem Sterling sebagai sosok pemain yang mampu tampil menekan. Sepanjang pertandingan, penyerang Inggris ini hampir sulit ditaklukkan oleh barisan pertahanan lawan. Sterling pun mencatatkan namanya untuk ke sekian kali di papan skor kemenangan Manchester City.

Ngolo Kante Tak Diminati Juventus, Chelsea Lebih Tenang

INFO PAGUNTAKA Minat klub besar Italia, Juventus terhadap pemain Prancis Ngolo Kante tampaknya sudah tidak lagi segencar musim kemarin. Kabar ini diperoleh setelah beberapa hari lalu, Juventus memastikan lebih membutuhkan gelandang dengan kemampuan lebih dibandingkan Kante.

Melihat sang pemain yang sudah tidak lagi diinginkan Juve, Frank Lampard tampak lebih lega. The Blues bisa tenang karena merasa tidak akan kehilangan pemain tengah andalannya tersebut. Meskipun, dalam pertandingan akhir pekan kemarin Kante masih absen karena cedera.

Baca Juga: Nicolas Pépé Lewati Pencapaian Gol Freekick Ronaldo Untuk Juventus

Selama empat tahun terakhir, nama Ngolo Kante memang mengukir prestasi yang cukup membanggakan. Pemain asal Prancis tersebut bahkan mendapat julukan The New Claude Makellele karena punya kemampuan mumpuni sebagai gelandang berkelas di dunia sepakbola. Ngolo Kante memang berpostur mungil untuk ukuran pemain Eropa. Dengan tinggi badan hanya 168 centimeter Ngolo tampah mencolok ketika berada di lapangan, Tapi siapa yang berani meragukan kapiawaianya mengolah matang si kulit bundar? Akan tetapi, peran dan fungsi Kante di lini tengah The Foxes juga tidak luput untuk dibahas. Ngolo Kante beberapa bulan ini memang menjadi topik pembicaraan. Ada begitu banyak artikel yang membahas bagaimana dia bisa tampil maksimal di beberapa laga terakhir. Pemain yang baru saja  merayakan ulang tahun ke-27 tersebut benar – benar bisa menjadi mesin penggerak permainan.
Ngolo Kante IG

Sejumlah Klub Tertarik
Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Kante, banyak klub besar Eropa tertarik mendatangkan pemain 28 tahun ini. Bahkan rumor yang beredar, sang pemain sudah siap dibajak beberapa klub Liga Inggris pada Januari mendatang. Meski baru berita Juventus yang paling santer menginginkannya.
Sayangnya, perburuan Juventus terhadap Kante tampaknya sedikit tertahan. Klaim memboyong Kante tidak untuk saat ini diungkapkan Juve pada beberapa hari yang lalu. Klub Si Nyonya Tua sepertinya menginginkan gelandang yang lebih kompeten untuk lini tengahnya.
Juventus juga mempertimbangkan kebutuhan gelandang bertahan untuk skuadnya. Salah satu gelandang yakni Emre Can dinilai tidak memenuhi kemampuan yang diminta oleh Sarri sebagai pelatih Juve saat ini. Can juga diizinkan untuk segera pindah klub dari Turin.
Tidak hanya Emre Can yang seolah diusir dari skuad Juventus, sosok Sami Khedira juga mendapatkan kondisi sama. Apalagi gelandang yang satu ini sudah terbebani dari segi usia. Sarri pun sempat menginginkan Kante sebagai gelandang bertahan.
Meredupnya keinginan Juventus terhadap Ngolo Kante juga dikabarkan karena harga mahal sang pemain. Chelsea diberitakan membanderol pemainnya tersebut dengan mahar fantastis untuk diboyong klub lain. Sebagai pemain andalan The Blues, Kante ditukar dengan mahar 100 Juta Pounds.

Juventus Menyerah Pada Akhirnya
Keinginan The Blues dengan nilai yang fantastis saat Juve ingin memboyong Kante disinyalir menjadi alasan utama Kante gagal diminati. Juventus memang punya banyak pemain berkelas bintang, namun tidak memiliki dana sebesar yang diminta Chelsea.
Juventus akhirnya menyatakan mundur dari perburuan seorang Ngolo Kante musim ini. Ngolo Kante juga masih harus menjalankan kontrak panjangnya bersama The Blues selama empat tahun ke depan. Sang pemain diketahui baru meneken kontrak baru pada tahun 2018 lalu.
Pengabdian yang masih cukup lama di London Barat membuat Ngolo Kante juga masih ragu memutuskan kepindahannya. Bagi sang pemain, Chelsea masih terbilang sebagai tim besar dan saat ini sedang membutuhkan pemain berkualitas.
Ngolo Kante ingin mencoba memperkuat Chelsea agar bisa setangguh beberapa musim lalu. Seperti diketahui, The Blues memang berada dalam masa tersulit di musim ini dengan sanksi embargo transfer dan kepelatihan Lampard yang masih belum maksimal.